Sail Wakatobi

SAIL WAKATOBI BELITONG

RUTE PERTAMA : JAKARTA – MAKASSAR
OLEH: Riswan Erfa, Teguh.W.H.S, Juli.H.M.P, Susanti
Panas terik mentari kota Jakarta menjadi saksi awal sebuah perjalanan 21 pemuda dan pemudi dari 20 Provinsi. Kami berkumpul di sebuah gedung megah, ya gedung BKKBN pusat di Jalan Halim Perdana Kusuma Jakarta Timur  pada Senin  4 Juli 2011. Tepatnya di Direktorat Ketahanan Remaja atau yang lebih dikenal dengan DITHANREM, kami direncanakan berangkat menuju KOLINLAMIL untuk persiapan dan pengarahan dari panitia Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari mengenai  rangkaian kegiatan selama pelayaran dari tangga7 sampai 23 Juli 2011. Tapi tiba-tiba ketua rombongan BKKBN yaitu Bapak Syahril Tanjung memerintahkan kami untyuk berkumbul di sebuah ruangan untuk diberikan pengarahan yang di pimpin oleh Bapak Edy yang mewakili Kepala DITHANREM yang berhalangan hadir. Disana kami diberikan pengarahan mengenai misi yang harus kami emban dan disanalah forum  sebagai langkah awal kami saling mengenali satu sama lain. Kami memang berbeda provinsi, bebeda latar belakang, agama, warna kulit dan lain sebagainya tapi kami sudah merasa bagai satu keluargan yaitu keluarga Generasi Berencana dalam ikatan NKRI. Dan satu hal yang mengejutkan kami pada saat pengarahan itu kami diberitahukan bahwa keberangkatan kami menuju KOLINLAMIL di tunda karena belum siapnya panitia pusat. Hingga akhirnya kami diungsikan kesebuah rumah. sebuah rumah sederhana milik salah satu pegawai BKKBN, namun disana kami tetap bersuka cita. Kami buat yel-yel, kami saling bertukar pengalaman dan lain sebagainya. Kami hidup bersama bagaikan Keluarga.
5 Juli 2011
Azan subuh memulai kegiatan kami, shalat berjamaah, mandi berjamaah karena kamar mandi sangat terbatas dan makan pun kami berjamaah. Pada pukul 7 tepat  setelah berdoa bersama  kami dilepas oleh Bp. Eddy menuju Kantor BKKBN pusat untuk dilepas secara resmi oleh Bapak Indra Wardhana sebagai kepala DITHANREM BKKBN pusat.
Pelepasan peserta oleh kepal DITHANREM
Akhirnya pada pukul 10.30 WIB kami secara remi dilepas oleh beliau setelah beberapa pesan dan nasehat beliau berikan.  Satu jam setelahnya tibalah kami di KOLINLAMIL Jakarta. Disana kami melakukan registrasi. Dan tentunya disana kami bertemu teman-teman seperjuangan yang akan mengikuti pelayaran. Kami bersyukur kepada Tuhan YME karena telah mempertemukan kami dalam satu bingkai kebersamaan dalam program Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari.
Selama berada di KOLINLAMIL menunggu untuk masuk ke kapal dilaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari permainan mencari teman baru yang dipimpin oleh seorang TNI AL yang belakan kami tau nama beliau adalah Kolonel Adi Suyoso. Kemudian kami diajari berbagai macam yel-yel serta lagu wajib dalam program tersebut yaitu ‘Pelaut” atau yang lebih dikenal dengan judul Nenek Moyang Ku”, serta pembagian kelompok yang diberi nama pulau-pulau.
Akhirnya pada pukul 20.00 WIB kami diperintahkan untuk memasuki kapal yan g akan membawa kami mengarungi lautan menuju Wakatobi dan tempat-tempat lain yang menjadi tujuan tentunya. KRI Makassar 590 nama kapal itu, kapal yang punya panjang 122 meter dan tinggi 6,7 meter, kapl yang megah tentunya  Setelah masuk kapal dan dilakukan pembagian kamar serta apel kelengkapan kami dipersilahkan untuk istirahat malam.
6 Juli 2011
Pukul 05.00 WIB kami sudah harus ,melasanakan kegiatan, mulai dari shalat subuh, olahraga, makan, dan mandi. Setelah itu pada pukul 8.00 WIB kami sharus melakukan  apel  pagi untuk mengecek kelengkapann karena begitulah aturan dikapal. Setelah itu kami segera diarahkan untuk melakukan gladi bersih persiapan acara pelepasan. Namun sebelumnya kami perkelompok dibagi mentor-mentor yang mendampingi kami selama pelayaran nanti/Melelahkan, tapi mengasikan juga menyenangkan begitulah kesan yang kami dapat dalam mengikuti gladi tersebut.
Sekarang saaatnya isoma karena waktu telah menunjukan pukul 12 lewat beberapa menit. Kami diberikan waktu istiraham memang tidak lama kurang lebih stu jam dan setelah itu kembali diarahkan untuk melakukan kegiatan yang sama .
Pukul  17.20 WIB kami dipersilahkan untuk isoma. Makan bareng dan mandinya pun bareng, nikmt euy. 590 peserta LNRPB sekarang juga berkumpul di tengdek, sebuah pengumuman keluar dari speaker yang ada di kapal itu artinya kami harus kembali berkumpul, dan sekarang jam menunjukan pukul 18.45. Saat itu kami melakukan kembali apel malam atau lebih tepatnya apel kelengkapan. Setelah apel lagi-lagi kami harus ,melakukan gladi karena besok kami harus tampil kompak dan rapi pada acara pelepasan.
Akhirnya pada pukul 22.00 gladi selesai dan kami dipersilahkan untuk beristirahat.
7 Juli 2011
05.00 WIB aktivitas yang sama seperti kemaren harus kembali kami lakukan, tampaknya aktivitas itu akan menjadi aktivitas rutin bagi kami selama beberapa hari kedepan di Kapal Republik Indonesia Makassar 590 ini.
7.30 WIB kami telah bersiap-siap di dermaga untuk mengikuti acara pelepasan oleh panitia pusat. Pelepasan yang harusnya dilakukan poleh Menpora RI ternyata diwakilkan kepada Deputi I Kemenpora RI karena Bapak Menpora ada agenda tyang tak kalah penting.
Pukul 10.00 Wib acara pelepasan selasai, dan kami siap untuk berlayar. Saatnya mengarungi luas samudra menuju Makassar, Kendari, Wakatobi dan Bau-Bau.
Setelah itu kami diberikan waktu cukup lama untuk beristirahat. Lalu pada pukulb 13.00 kami makan siang bersama dan kembali istirahat sampai pukul 16.00 kami dikumpulkan kembali untuk mengikuti kegiatan pengenalan para alumnuss LNRPB sail Banda yang mengikuti kembali pelayaran ini. Setelah itu kami di berikan waqktu untuk Isoma dan kumpul kembali pada pukul 19.30 WIB. Kami diberikan materi mengenai pengenalan KRI ini serta dikenalkan denganapara perwira KRI oleh komandan kapal yaitu Bapak Komandan Fadelan.. Setelah selesai kami diberi hiburan dengan penampilan band dari para perewira. Lumayan keren dan menghibur. Akhirnya waktu istirahat malam telah tiba.
8 Juli 2011
Seperti biasa aktivitas pagi kami lakukan, shalat, olahraga, mandi, dan makan, semuai itu berjamaah. Pukul 08.00 WIB saatnya kami apel pagi lagi, dan setelah itu ternyata hari itu ada kegitan pembekalan materi dari Dinas Perhubungan mengenai peranan pemuda dalam rangka mendukung pelayaran serta menyongsong era maritim. Setelah selesai kami diperdsilahkan untuk isoma dan berkumpul kembali pada pukul 15.30 untuk wisata kapal, kami bakalan dibawa mengelilingi ruang-ruang yang ada di KRI ini.
Pukul 18.00 kegitan tersebut berakhir dan itu waktunya kembali kami isoma. Setlah itu pada pukul 19.30 kami kembali berkumpul untuk melakukan apel malam. Setelah itu dilanjutkan dengan kegitan pembekalan dari Kemenpora mengenai Kebijakan dan strategi pengembangan karakter pemuda. Yang kemudian dilanjutkann dengan acara hiburan sampai pada pukul 22.00 WIB.
9 Juli 2011
Seperti pagi-pagi sebelumnya aktivitas rutin kami lakukan. Dan hari ini ada sebuah kejutan, alarm tanda bahaaya berbunyi sebelum sempat mandi-mandi ternyatra itu alarm kebakaran, banyak yang panik meski telah diberi cara-cara  menyelamatkan diri, akhirnya kami diarahkan menuju  anjungan, setelah ketegangan memuncak ternyata itu hanyalah sebuah simulasi, tawa pun lepas.
Pukul 08.00 kami berkumpul kembali untuk apel pagi dan menerima pembekalan mengenai remaja dengan segala potensi dan permasalahannya. Pemberian materi ini tampak sepesial karena dibawakan oleh komandan anak-anak BKKBN selama dalam pelayaran yaitu Bapak Syahril Tanjung S.H.
Akhirnya semua selesai dan sekarang isoma. Waktu kami tidur siang tiba-tiba alarm kembali berbunyi ternyata itu alarm orang jatuh dilaut, ups suasana kembali tegang. Kami dikumpulkan untuk melakukan apel kelengkapan ternyata ada seorang peserta yang tidak ada. Disana kami dimarahi, karena seperti bersikap a[patis terhadap teman. Korban berhasil ditemukan teriak speaker dikapal. Kami pun tersenyum, eh ternyata itu lagi-lagi hanya sandiwara.
Kami pun dipersilahkan untuk isoma. Selanjutnya pada pukul 19.30 kami kembalio dikumpulkan dan kali ini untuk ,menerima materi mengenai Tataran dasar  bela negara dan pulau-pulau terluar NKRI, setalah itu seperti biasa dilanjuthan dengan hibiuran dan istirahat.
10 Juli 2011
Hai, seperti pagi-pagi sebelumnya kami melkukan aktivitas rutin namun hari ini tampak lebih semangat karena besok udah sampai di Makssar. Cihuy. Pukul 08.00 itu waktunya apel pagi dan lagi-lagi ada pembekalan dan hari ini diisi dengan siraman rohani yang dilanjutkan dengan pembekalan mengenai gempa bumi dan tsunami oleh Lembanga Metrologi dan Geofisika. Setelah itu selesai kami diberi waqktiu untuk isoma.  Hari itu disore hari tidak ada kegiatan hingga malam pukul 19.30 baru ada kegiatan sharing dengan seorang bapak dari TNI AL yaitu Kolonel Laut Pelaut Adi. Dan untuk malam itu tidakj ada hiburan karena besok akan tiba di Makassar jadi peserta diharuskan beristirahat.
11 Juli 2011
Seperti biasa melakukan aktivitas runtin di pagi hari tapi kali ini sangat tampak semangat karena telah tiba di Makssar. Pada pukul 08.00 WITA kami disambut oleh pemerintah kota setempat, dengan berbagai ranmgkaian acara seperti sambutan untuk ketua Satgas LNRPB yaitu Kolonel Herry Rusli dan tarian adat Sulawesi Selatan. Sangat menyentuh dan menyenangkan [pokonya. Welcome to Makassar cuy.
RUTE KEDUA : MAKASSAR – KENDARI
OLEH : M.MANSYUR, HERIYATI, M.LUTHFIANSYAH, IQBAL.W.W.
Pukul 06.30 WITA tiba di Makassar, upacara penyambutan pun dimulai. Peserta LNRPB disambut oleh pemerintah kota Makassar dan TNI AL Makassar. Pukul 09.30 WITA seluruh peserta menuju ke kantor gubernur untuk mengikuti kegiatan penerimaan disana. Pukul 10.30 WITA  tiba di kantor gubernur disambut oleh wakil gubernur Sulawesi Selatan yakni H. Agus Arifin Nu’mang & Lantamal VI Makassar. Peserta diberikan sambutan oleh wakil gubernur yang memaparkan mengenai beberapa potensi yang dimiliki oleh Sulawesi selatan yakni dibidang pertanian Sulawesi selatan surplus beras 2 ton, kemudian di peternakan 1000 sapi dimiliki oleh Sulawesi selatan mengekspor sapi terbesar, di bidang bahari Sulawesi selatan penghasil udang terbanyak setiap tahunnya. Kegiatan di kantor gubernur ditutup dengan acara foto bersama. Kemudian para peserta kembali menuju kapal KRI Makassar 590.
            Melangkah ke kegiatan berikutnya yakni melancong ke Universitas Hasanuddin (UNHAS) yang merupakan perguruan tinggi kebanggaan sulawesi selatan yang terkenal dengan istilah kampus merah, peserta disambut oleh para senior LNRPB tahun lalu yang telah mengikuti Sail Banda 2010 serta Wakil Rektor III Universitas Hasanuddin Bapak Ir Nasaruddin Salam ST. MT. Peserta disuguhkan mengenai profil universitas hasanuddin yang dilanjutkan dialog bersama wakil rektor III selama satu jam. Selanjutnya, perjalanan dilanjutkan menuju Benteng Roterdam. Di benteng tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan baru mengenai sejarah yang pernah terjadi di benteng tersebut dimana terdapat peninggalan benda bersejarah dan purbakala, senjata-senjata khas Sulawesi selatan, adat budaya suku tanah toraja, serta gedung-gedung peninggalan belanda termasuk tempat pangeran diponogoro disekap.
            Pukul 18.00 WITA kembali ke kapal KRI Makassar 590, kegiatan dilanjutkan dengan ISHOMA (istirahat, shalat dan makan). Selanjutnya peserta hanya bersantai menikmati suasana kota Makassar dari Helideck KRI Makassar 590. Pukul 22.00 WITA peserta beristirahat
12 JulI 2011
            Pagi ini dimulai dengan shalat subuh berjamaah kemudian dilanjutkan kultum berupa pencerahan agama bagi yang beragama islam, dilanjutkan dengan kegiatan olahraga serta apel pagi dimana pihak TNI AL memberikan pengarahan, kemudian kegiatan berlanjut pada pembersihan diri (mandi) serta sarapan pagi. Pukul 08.30 WITA apel di dermaga sebagai persiapan untuk memulai pesiar di kota Makassar. Pukul 09.30 WITA bus menuju salah satu tempat wisata yakni Taman Nasional Bulu Saraung Bantimurung kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan. Sepanjang perjalanan nampak rumah khas sulawesi selatan yakni rumah panggung, terlihat pula pegunungan dan aktivitas beberapa masyarakat di daerah itu yang sebagian besarnya bertani. Setibanya di tempat tersebut peserta disambut oleh pihak dari pemerintah kabupaten Maros dan diperkenalkanlah kami apa saja yang terdapat disana. Disana terdapat danau buatan, tempat penangkaran kupu-kupu, museum, kolam anak-anak, wisma pertemuan para ibu pkk, gua batu, gua mimpi dan yang paling terkenal yaitu air terjunnya dengan tinggi + 15 meter dan lebar + 20 meter sedangkan di tempat penangkaran kupu-kupu terdapat 133 jenis species kupu-kupu, setelah mengelilingi tempat wisata tersebut, nampak diluar pintu masuk pedagang pernak-pernik khas dari taman nasional bulu saraung bantimurung, dan tak lupa peserta berbelanja pernak-pernik tersebut.
            Pesiar dilanjutkan dengan mengunjungi makam pangeran diponegoro, peserta berbincang dengan sang penjaga makam yang tak lain masih keturunan dari pangeran diponogero, ia bercerita bahwa pangeran diponegoro pernah disekap selama 21 tahun di benteng roterdam setelah dibuang di manado. Pangeran diponegoro dibuang ke manado dengan alasan pada saat itu pangeran diponegoro mengikuti beberapa perundingan dengan pihak belanda dan pangeran diponegoro banyak menantang pendapat dari pihak belanda. Tahun 1957 pangeran diponogero wafat karena sakit.
            Pukul 16.00 WITA peserta melancong lagi untuk melihat keindahan pantai losari, pantai tersebut nampak ramai dikunjungi oleh muda-mudi dan warga sekitar tentunya baik yang berdagang maupun yang ingin melihat fenomena matahari tenggelam. Pada malam harinya peserta diberikan waktu kembali untuk bersantai menikmati suasana kota Makassar.
13 Juli 2011
            Sama seperti hari sebelumnya dimulai dengan shalat subuh berjamaah, kultum, olahraga dan apel pagi, tapi hari ini agak beda dari biasanya yakni ada kegiatan persiapan untuk berlayar ke tempat berikutnya yakni kendari sulawesi tenggara. Peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan tersebar di beberapa bagian kapal dalam rangka upacara pelepasan, terdengar iringan musik dari kapal (cardeck) melepas kepergian kami dan bertolak menuju kendari. Setelah itu peserta berkumpul di helideck untuk melanjutkan kegiatan selanjutnya yakni perkenalan mentor kemudian kegiatan selanjutnya istirahat, shalat dan makan.
Pukul 15.30 peserta kembali berkumpul di helideck dengan kegiatan perkenalan para pendamping. Pendamping berasal dari pasukan TNI AL sedangkan mentor merupakan peserta LNRPB tahun lalu yakni sail banda 2010. Pukul 18.15 WITA shalat berjamaah yang kemudian dilanjutkan makan malam. Pukul 19.30 WITA kembali menerima materi yakni pengawasan sumberdaya kelautan dan perikanan pengelolaan sumber daya  ikan yang dibawakan oleh kementerian kelautan dan perikanan. Dengan isi materi berupa kondisi perikanan di indonesia, faktor yang mendorong terjadinya ilegal fishing diantaranya disparitas harga ikan, lokasi terjadinya ilegal fishing, serta kerugian akibat ilegal fishing. Pukul 22.00 WITA istirahat.
14 Juli 2011
            Sama seperti hari sebelumnya, dengan kegiatan yang sama. Pukul 08.00 WITA peserta berkumpul dengan agenda acara latihan baris berbaris yang dipandu oleh bapak TNI AL kemudian dilanjutkan dengan dinamika kelompok yang dibawakan oleh mentor serta pendamping. Dalam kegiatan dinamika kelompok para peserta diberikan beberapa arahan dalam kegiatan di kapal termasuk kebersihan kapal yang mesti harus dijaga.
            Pukul 12.15 WITA ishoma dan pukul 13.30 WITA peserta kembali berkumpul di tankdeck menerima materi mengenai penyelaman dari tim penyelam TNI AL, dalam materinya membahas mengenai alat-alat penyelaman, cara menggunakan alat menyelam, cara menyelam dan bahaya dari penyelaman. Hanya saja di tengah kegiatan banyak peserta yang berjatuhan akibat mual dan pusing hal ini dikarenakan kondisi ombak yang lumayan tinggi sehingga goyangan kapal lebih kuat, akhirnya kegiatan tersebut dihentikan dan peserta disuruh untuk beristirahat.
            Pukul 20.00 WITA peserta kembali berkumpul untuk menerima materi dari kementerian kesehatan dengan tema PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat) dimana peserta diajarkan mengenai apa saja yang ada di PHBS itu diantaranya mencuci tangan pake sabun, menggunakan jamban yang sehat, melakukan aktivitas  fisik yang cukup, kemudian dilanjutkan dengan materi kegawatdaruratan. Peserta diajarkan bagaimana cara menolong orang misalnya dalam keadaan pingsan ataupun kecelakaan, baik itu cara membantu meyadarkan korban sampai memperolah bantuan dari pihak medis sampai memberhentikan pendarahan yang terjadi jika korban itu kecelakaan. Kegiatan diakhiri pada pukul 22.00 WITA.
RUTE KETIGA : KENDARI – WAKATOBI
OLEH: A.FITRIANI, ASEP.S.H,
Setelah seharian di kendari, kami dan rombongan melanjutkan perjalan ke wakatobi,, pada hari Jum’at 16 juli 2011 pukul 16.00 wita,, perjalanan kali ini terasa berbeda karena bertambahnya penumpang dalam kapal, penumpang tersebut berasal dari kendari, jumlah penumpang yang di angkut dalam perjalanan tersebut sebanyak ± 283 peserta. perjalanan yang ditempuh memakan waktu semalaman, keadaan cuaca pada saat itu cukup berbadai diiringi dengan gelombang tinggi yang mencapai 4 meter.. dengan keadaan gelombang yang cukup membuat kapal ini goyang menyebapkan tidak sedikit peserta LNRPB merasakan mual dan pusing,, namun, semua bias teratasi hingga pada hari sabtu, tanggal  16 juli pukul 08.05  kami semua tiba di Pulau wangi – wangi kab. wakatobi, suatu kebanggan bagi kami, karena sebelum sampai ke dermaga kami disambut oleh KRI Dr. Soeroso. Yakni kapal kesehatan Yang bertujuan memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat di wakatobi.
Berbagai kegiatan penting dilaksanakan selama berada di wakatobi pada hari sabtu jam 10.00 kami diundang untuk mengikuti kegiatan pembukaan sail – wakatobi belitong 2011 di lapangan wangi – wangi, pulau wangi – wangi kab. Wakatobi, namun, peristiwa unikpun terjadi disana, transportasi yang kami gunakan untuk tiba ke tempat acara adalah dengan menggunakan trek, namun dalam acara tersebut berbagai kesenian daerah ditampilkan,  salah satunya adalah kariaa atau arak – arakan dengan membawa 4 orang anak atau remaja putri,  acara tersebut hanya diperuntukkan untuk perempuan  karena merupakan symbol bahwa perempuan yang diarak tersebut telah sunat dan telah pingitan. pingitan dilaksanakkan karena perempuan tersebut telah balik. Setelah melihat acara kariaa kami disuguhi oleh berbagai makanan khas wangi – wangi seperti kasuami dan kue putar, selain makanan tersebut masih banyak lagi makan yang pastinya menggugah selera pengunjung yang datng ketempat itu. Dalam kegiatan itu juga terdapat pameran foto. Berbagai foto – foto tentang keindahan bawah laut disajikan disitu,,  pukul 13.00.wita, kami meninggalkan tempat acara dan kembali ke kapal, untuk melakukan persiapan mengikuti kegiatan di malam nanti pada pukul 19.30. waktu yang di tunggu tiba, semua peserta menuju ke tempat acara. Dalam acara tersebut, ada beberapa kegiatan yang dilakuan diantarannya concer yang mendatangkan artis local kendari ke wangi – wangi.
Selain konser juga ditampilkan tari – tarian khas Sulawesi tenggara seperti tari lariangi. Acara tersebut dihadiri oleh Gubernur Sulawesi Tenggara yaitu H. Nur Alam, SE dan beberapa pejabat pemerintahan, satu yang unik dalm kegiatan tersebut adalah karena semua peserta LNRPB menggunakan life jacket, hal ini dimaksudkan agara seluruh peserta tidak berpencar saat berada ditempat acara. 20.00, seluruh peserta pulang ke kapal dengan menggunnakan trek sebagai transportasi. Kegiatan dilanjutkan keesokan harinya tanggal 17 Juli pukul 08.00.seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan mengunjungi objek wisata pantai Hugua Resort, air laut yang jernih, serta bentang alam yang membuat kagum,, tersaji di pantai itu,, para peserta menghabiskan waktu seharian di tempa itu, selain, mandi di pantai kami juga mengikuti kegiatan Out Bond yang tujuannya agar keakraban antara para peserta tetap terjalin. 17.00 wita kami pulang ke kapal, lelah dan letih kini bersarang di benak masing” peserta tapi semua terbayar dengan segala panorama yang menakjubkan disana. Hari selanjutnyapun datang. 18 Juli pukul 08.00 seluruh peserta apel pagi, apel tersebut dimaksudkan untuk mengecek peserta yang hadir, yang sakit, dll, selain itu berbagi pengarahan penting juga disampaikan dalam apel. Pagi ini pak gatot (pemimpin apel) memberi informasi tentang kegiatan hari ini,, karena transportasi yang kurang maka kegiatan kali ini dibagi 2 gelombang, 08.00 – 12.00 wita, kelompok 1 – 7 pergi mengunjungi Benteng Kerajaan Liya dan tempat pembibitan rumput laut. Kelompok 8 – 14 melaksanakan diving di area pantai dekat pelabuhan, jam 14.00 – 17.00 giliran  Kelompok 8 – 14 mengunjungi Benteng Kerajaan Liya dan tempat pembibitan rumput laut sedangkan kelompok 1 – 7 melaksanakan diving di area pantai dekat pelabuhan.
Tiga kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang membuat peserta mendapatkan banyak ilmu bermanfaat selain itu peserta juga merasa terhibur karena mngunjungi benteng, rumput laut dan diving sama – sama memiliki panorama alam yang menakjubkan, pada benteng yang kami kunjungi terdapat kuburan yang diyakini sebagai kuburan raja Liya dan keluarganya, diatas kuburan tersebut terdapat pohon beringin besar, yang membuat unik di kuburan tesebut adalah batu nisan yang terdiri dari 3 batu, selain memiliki 3 batu nisan kuburan tersebut juga dihiasi oleh piring”. Menurut cerita dari masyarakat piring – piring yang berada di kuburan itu adalah sesajen dari masyarakat sekitar kepada arwah raja Liya. Setelah mengunjungi benteng kami juga mengujungi tempat pembibitan rumput laut yang jaraknya tidak begitu jauh dengan benteng, dihamparan pantai terlihat banyak sekali tempat pembibitan rumput laut. Cara pembibitannya adalah dengan di sangkutkan pada tali yang panjangnya 20 meter. Proses pemanenan rumput laut ± 2 bulan, rumput laut lalu dikeringkan selama seminggu jika cuaca bagus, namun biasa mencapai sebulan jika cuaca tidak memungkinkan.
 Akhirnya pada malam harinya kami bersiap untuk bertolak ke Bau Bau. Apel kelengkapan peserta dilaksanakan jam 04.30. Setelah apel para peserta beserta panitia yang beragama Islam melaksanakan shalat subuh berjamah yang kemudian dilanjutka dengan “peran muka belakang” sebagai tanda kapal akan bertolak ke Bau Bau.
RUTE KELIMA:BAU-BAU – JAKARTA
OLEH: RIZWAN F, SUHARDI, MONIC, SANDRA
19 juli, pagi-pagi kami sudah dibangunkan, sekitar jam 04:00, ya….persiapan apel kelengkapan anggota. Jam 05:00, kapal KRI makassar sudah mulai berlayar kembali ke baubau. Setelah kapal tolak dari pelabuhan, kegiatan berjalan seperti biasa, dari sarapan,dan mandi. Bedanya, pembekalan dimulai pukul 10:00, kali ini ibu April memberikan materi tentang komunikasi. Ya… komunikasi memang penting, yang jadi perdebatan, apakah diantara masyarakat dan pemerintah sudah terjalin komunikasi dengan baik?, banyak pendapat yang berbeda, huft…. waktu berjalan terus, pembekalan pun berakhir. Namun anak-anak BkkbN kumpul lagi, kami berencana membuat sebuah drama teater, ide-ide cemerlang bermunculan, ada yang bertema nasionalis, humor, dan berkaitan dengan anak remaja sekarang. Sekita jam 15:30, kami kumpul kembali, ya,,,belum aja istirahat,sudah kumpul lagi, letihpun mulai menyerang tubuhku,
20 juli, seperti biasa, dingin diwaktu shubuh sangat mengerikan, walupun sudah dilapisi jaket. Sejauh ini kegiatan tidak berubah, dari olahraga, mandi dan sarapan, namun, hari ini adalah jadwal kamarku yang menjadi penanting, pagi ini aku yang jadi penanting, jadi makanya pun terakhir nanti. Huft…laper ney. Setelah orang-orang pada makan,  baru aku makan, dan tentu tugas pelanting membersikan dan merapikan piring-piring yang belum rapi, ngepel juga lho, tapi ku ikhlas kok. Tepat jam 08:00, kami berkumpul didermaga, kali ini kami akan di ajak kebenteng terbesar di didunia, waaww…. sekitar jam 08:45,kami sampai di benteng tersebut, memang luas banget, didalam kawasan benteng tadi, terdapat kediaman, sekolah, dan pasar. Didalamnya juga terdapat dua buah batu yang masing-masing melambangkan lelaki da perempuan. Dan banyak benda bersejarah lainnya. Setelah lumayan lama sang pembimbing menjelaskan tentang benteng ini, tidak  lupa disela-sela itu kami berfoto-foto. Sekitar pukul 11:25, kami harus meningalkan benteng itu,dan berpindah tempat ke tempat sultan bau-bau khalifah kelima, disana kami tidak lama, hanya beberapa menit saja, karena waktu sudah mendekati zhuhur. Sesampainya di kapal, kami langsung sholat dan makan siang, karena pada pukul 13:30 kami harus udah berkumpul di dermaga, kali ini tempat yang akan kami kunjungi adalah kantor wali kota baubau. Sungguh kantor yang besar, dan nyaman. Pada acara itu berlangsung, sambutan pertama oleh bapak satgas, dan yg kedua dari bapak wali kota baubabu, yang menjelaskan bagaimana kota baubau itu. Pada seksi pertanyaan, ada beberapa kritikan, diantaranya adalah dri mentor kami, tapi bapak alikota bisa menjawabnya dengan detail. Setelah begitu lama penjelasan dan sksi tanya jawab, kurang lebih pukul  16:15, acara selesai. Sebelum menigglkan tempat, kami seluruh peserta LNRPB termasuk para mentor dan pembimbing, berfoto bersama didepan kantor wali kota baubau,ini adalah kali kedua kami foto bareng yang sebelumnya dibenteng. Kamipun langsung pulang kekapal, sesampainya dikapal aku menaruh tasku dan langsung keluar bersama teman-teman dari ponpes al-ishlah, sebelumnya kami harus izin dulu dengan bapak TNI, diluar kami mencari toko souvenir. Setelah bertanya dan lumayan jauh berjalan, kami menemukannya, disana dijual mainan kunci, baju kaos, makanan kering khas baubau, asbak dan masih banyak lagi. Eeemmmm….aku sech beli 2 kaos yang ada gambar pulau sulawesinya, harganya lumayan murah, dibndingkan dengan kaos wakatobi yang kami emukan di wakatobi, harganya 120.000 rupiah, kita bisa dapet 3 kaos thu. Setelah membeli kaos, sekitar pukul 17:50, kami kembali kekapal, dikamar terlihat sangat sepi sekali, teman-teman dari BkkbN juga tidak ada, mereka masih pada diluar kali ya… waduh, nyesel aku baliknya cepat. Dari pada tidak ada kerjaan, aku ke hely deck melihat pemandangan smbil menunggu waktu magrib tiba. Tapi, dihelydeck juga tidak rame, huft balek kekamar aja ah,  aku sholat magrib da isya’ dikamar, setelah sholat aku tidur-tiduran dikasur sambil maenin laptop.eh,,  si Juli muncul dari belakang, enak banget dia di ajak jalan sama TNI, dikasi’ uang lagi. Sekarang sudah pukul 19:35, ku pergi ke kantin untuk makan malam, ternyata udah tutup, waduch…belum makan ney, mau beli mie, penjaga kantinnya tidak ada. Ya… balik kekamar aja ah. Pada pukul 20:15, orang-orang sudah banyak yang balik, aku dan teman-teman dari BkkbN berkumpul di helydeck untuk bagi-bagi foto dan membuat laporan. Walaupun tidak ada kegiatan malam ini,heydeck tetap saja rame,emang disana tempat yang cocok untuk ngumpul-ngumpul. Pada pukul 22:00, seluruh peserta mengadakan apel kelengkapan, karen banyak anggota yang keluar disore hari, dikhwatikan mereka belum balik sampai sekarang.
21 juli. Hari ini adalah hari yang kami tunggu-tunggu, karena, menurut arahan dari mayor harun, kami akan di ajak ke pulau makassar. Karena keterbatasan transportasi, kami dibagi menjadi 3 gelombang, hal ini di urus sepenuhnya oleh pak Gatot, dan beliau jugalah yang membagi gelombang-gelombang tersebeut. Kami diangkut dengan kapal kecil milik kementrian kelautan sana. Karena aku masuk gelombang kedua, ku harus menuggu selama setengah jam untuk  gelombang pertama kembali, menuggu memang pekerjaan yang membosankan, akan terasa lebih berarti jika kita mengisinya dengan suatu yang bermanfaat. Didepan mobil BkkbN, kami perwakilan dari BkkbN berfoto bersama, dan rencananya kami akan diajak berkunjung ke PIK remaja yang ada di baubau ini. Kapal untuk gelombang keduapun datang, pada saat itu waktu menunjukkan pukul 10:15, karena harus melewati laut, kami diperintah untuk menggunakan pelampung yang memang sudah dipersiapkan dari jauh hari. Setibanya di pulau makassar, kami langsung keposkonya BkkbN, disana kami menunjukkan yel-yel yang kami miliki. Berselang beberapa menit kemudian, kami langsung mengambil piring, untuk santap siang. Ini adalah acara tahunan yang didalamnya terdapat kegiatan bakar ikan. Lebih dari 40 posko yang berdiri disana, yang tujuannya tidak lain untuk membagi makanan minuman, jenis makanan dan minuman yang disediakan disana sangat beragam, kami diberi kebebasan untuk memilih makanan yang kami inginkan. Perut yang tadinya kosong, sekarang sudah tidak sanggup untuk diisi lagi. Setelah zhuhur, kami kembali ke kapal, seperti keberangkatan tadi pagi, kami dibagi beberapa gelombang, aku sendiri sampai kekapal pukul 14:25, dan semua peserta keseluruhannya tiba dikapal pukul 15:05. Siang ini sungguh kami terasa lelah dan kekenyangan, olehkarenanya kebanyakan peserta tidur-tiduran sambil mengademkan diri. Pada sore hari, kami diberi kebebasan untuk pesiar disekitar kapal, disana terdapat toko yang menjual souvenit khas kota bau-bau, disamping itu, group marchingband tampil disekitar pesisir pantai. Tentu banyak orang yang tertarik dengan penampilan dari ponpes JH ini. Tak terasa, malam mulai gelap, namun para peserta masih ada yang diluar kapal, hingga pada pukul 22:00, kami dikumpulkan dihelydeck, semua itu karena ada beberapa orang yang melanggar kedisiplinan yang membuat kami diperbolehkan tidur pada pukul 23:15.
22 juli. Dinginnya diwaktu shubuh , tak kunjung-kunjung berhenti. Masih tetap seperti hari-hari yang kemarin, menusuk tulang dan menggetarkan anggota tubuh, meski telah dilapisi jaket. Sholta berjama’ah tetap dilaksanakan di helydeck, namun tidak diikuti oleh semua peserta, maklum banyak diantara para peserta yang masih tertidur diatas kasur masing-masing. Setelah sholat, seperti biasa, ada kultum 7 menit. Setelah ibadah di kerjakan, dipagi harinya semua peserta LNRPB berolahraga, namun tak semua peserta yang mengikutinya juga, ada yang males, ada yang mandi, ada juga yang masih tertidur, huft…. tepat pada pukul 08:00, semua peserta LNRPB berkumpul di helydeck, karena ada kerja bakti besar-besaran, diantaranya mengangkat sampah-sampah yang ada dipinggir laut. Huft..sudah ney, tapi, peserta yang dari instansi BkkbN, mempunyai acara  sendiri, yaitu kunjungan ke PIK Remaja yang ada di SMA 1 Baubau. Pada pukul 08:45, kami sampai di SMA 1 baubau, kami disambut dengan hangat oleh para siswa dan siswinya, banyangin aja, mereka membentuk pagar betis, ya… kamipun berjabat tangan dengan hangat. Setibanya di tempat acara, kami langsung duduk, dan acara pun dimulai. Dalam hal ini, kepala sekolah SMAN 1 Baubau, memberikan taujihad dan irsyadat, serta bercerita sedikit tentang SMAN yang memiliki siswa lebih dari 1.300 dan umurnya 52 tahun, waaww… kedua, sambutan disampaikan oleh pendamping kami, yaitu bapak Syahril Tanjung. Dalam hal ini, beliau memberikan motivasi kepada pengurus PIK remaja untuk ikut serta dalam event-event nasional, untuk mebuat profil PIK yang keren. Stelah pak Syahril memberikan taujihdnya, kami memperkenalkan diri, satu persatu, mulai dari nama, utusan PIK dari mana, dan tempat sekolah kami. Setelah perkenalan, kami menampilkan yel-yel  guaya, seru lho.. siapa dulu ,  , .  dengan itu, lumayan menggetarkan suasana, na…. sekarang saatnya dialog antara utusan PIK dari 20 provinsi, dengan siswan dan siswi dari SMAN 1 Baubau, ada SMAN 2 Baubau juga lho, rame banget. Salah satu diantara pertanyaan mereka adalah, masalah pendanaan, yaaa… pendanaan, memang susah, tapi pemuda juga harus kreatif, membuka usaha kecil-kecilan, menyodorkan proposal kepada PEMDA. Ya , itulh kutipan jawaban dari ketua rombongan kami. Karena hari ini adalah hari jum’at, pertemuan ini tidak bisa dilanjutkan terlalu lama, karena hari ini adalah hari jum’at, kebetulan kepala sekolah SMAN 1 Baubau menjadi petugas sholat jumat jama’ah di masjid keraton. Seusai acara, kami berfoto bersama-sama, didalam ruangan, eeemmm..supaya hasilnya lebih bagus, untuk kedua kalinya kami berfoto diluar. Ya… setelah berfoto-foto, kami berfoto-foto kembali, kali ini para murid dan peserta LNRPB, ada yang berdua, bertiga,macem-macem dech pokoknya. Pada pukul 12:35, kami harus meninggalkan SMAN 1 baubau, kali ini tujuan kami adalah rumah makan, yaa… untuk ngisi perut, kare waktu yang mepet dengan waktu sholat jum’at, aku da beberapa teman cowok memutuskan untuk jum’atan terlebih dahulu. Kami akan melakukan sholat jum’at berjma’ah di masjid tertua, yaitu, masjid keraton. Sungguh ini adlah pertama kali aku jum’atan dimasjid tersebut. Pertama kali juga aku melihat khotib memiliki koncepan pidato yang begitu panjang. Khutbahnya juga lama sekali, ketika sholat jam’ah mau dimulai,  imam membaca surat al-fatihah begitu lama, padahal perutku sudah berbunyi kelaparan. Sholat berjama’ah berakhir pada pukul 13:00.  Kami langsung beranjak dari masjid ke rumah makan, ternyata nasi goreng yang telah ku pesan sebelum sholat jum’at sudah dingin. Tapi ga’ papa, namanya juga gratis. Ketika aku makan, ada temanq dihipnotis, sampai nangis…. gara-gara kangen dengan ibu tercintanya, ku mempercepat makanku dan mendekat kepadanya. Seketika, beberapa orang diantara kami menangis, ada yang kangen dengan ibunya, ada juga yang membayangkan jika kami pulang ke provinsi masing-masing, kapan lagi kami bisa bercanda dan ngumpul-ngumpul seperti ini. Sungguh menyedihkan, aku juga ikutan sedih. Sekitar jam 14:30, kami  kembali ke kapal, tapi Cuma cowok aja yang turun, yang cewek melanjutkan prejalanan mereka, kemana ya…? kami juga cowok-cowok bosan dikapal, mau sekali di ajak jalan-jalan. Setibanya dikamar J 06, kami beristirahat sejenak, namun tidak dengan diriku, aku langsung naik ke helydeck, disana aku ngeband bersama teman-teman dari instansi lain, disaat kami ngeband, anak-anak SMAN 1 dan SMAN 2 Baubau berkunjung ke kapal KRI Makassar ini,mereka ingin tahu dan ingin melihat lebih dekat lagi kepada kapal yang bernomer 590 ini. Setelah mereka melihat-lihat, mereka juga tertarik untuk ngeband, waaww…. vocalisnya cewek, gila, pede banget cewek ney, hehehe…. kamipun bernyanyi bersama. Pada malam hari kami menghadiri suatu acara, dalam rangka sambutan kepada kapal KRI Makassar dan KRI  Soeharso. Acaranya begitu meriah, karena diisi oleh band yang menyanyikan beberapa lagu, termasuk diantaranya adalah lagu daerah sana. Tidak lama kemudia, kami dipersilahkan untuk mencicip makan malam, lezat sekali kelihatannya. Sayang sekali, diakapal aku sudah makan, jadi enggak bisa menampung lebih banyak tampungan nasi lagi. Dalam acara ini, ada beberapa sambutan yang mngisi acara ini, dintaranya adalah, wali kota baubau dan Kolonel Adi. Stelah itu, siswa dan siswi dari SMAN 2 Baubau menunjukkan kualitasnya di atas panggung, selanjutnya disususl oleh siswi-siswi dari SMAN 1 Baubau. Dua-duanya memiliki penampilan yang bagus sekali. Kamipun tidak mau kalah, beberpa orang yang suadah ditunjuk, juga menunjukkan kualitasnya. Kami kembali ke kapal pada pukul, 22:20. Sesampainya dikapal, kami langsung mengadakan apel kelengkapan, karena sekarang juga kapal akan berlayar kembali ke jakarta.
23 juli. Pagi ini,adalah pagi yang dimana kapal berbelok 180 drajat untuk kembali ke jakarta, tempat dimana kami dilepas ke lautan biru ini. Pada pukul 09:00, kami diperintahkan untuk berkumpul ditankdeck, karena kakak-kakak dari fakultas pariwisata universitas indonesia akan memberikan pembekalan tentang pariwisata itu sendiri. Mereka menangkat pulau bali sebgai tema, namun mereka tidak menonjolkan pantai indah bali, melainkan menonjolkan sebuah suku dibali yang jauh dari tehnologi, mereka masih percaya dengan animisme, cara memperlakukan mayatpun sangatlah berbeda, tidak dikubur, melainkan hanya diberi pagar pembatas saja. Yang membuat seru pembekalan dari mahasiswa UI ini adalah, mengangkat sesuatu yang belum semua orang ketahui, serta banyaknya tayangan film dan video yang ditanyangkan. Ya…. kita harus mengetahui lebih jauh indonesia, dan mencintainya. Setelah pembekalan selesai, anak-anak BkkbN berkumpul, maklum anak-anak BkkbN paling heboh dan kompak dikapal. Hehehe…disela-sla itu, kami dipanggil oleh kelompok pulau msing-masing untuk mengisi biodata, buat apa ya..jangan-jangan buat sertifikat, kayaknya. Setelah mengisi biodata, semua kegiatan berjalan seperti biasa, dari sholat berjama’ah, makan siang, dan istirahat. Namun pada siang hari, para kelompok berkumpul dan membicarakan, apa yang akan ditampilkan pada LNRPB mencari bakat. Tapi, kelompokku mana ya? ..kok tidak kumpul-kumpul,? Dari pada diem, lebih baik ku ngeband aja, hehehe….lama-kelamaa, ngeband jadi rutinitasku di kapal ini. Setelah lumayan lama bermain drum, kupun duduk-duduk sambil istirahat untuk membantu teman ku mencari lagu untuk drama. Sore pun datang, semua kelompok masih sibuk untuk mempersiapkan diri, tapi aku masih santai saja, coz kelompokku belum pada kumpul, huft…nyante ajalah, masih ada hari besok.   Pada malam hari, ada pembekalan dari mas agung widodo, beliau memberikan kami motivasi, bagaimana menjadi pribadi yang baik. Malam ini trasa lebih seru, karena pembekalannya berkaitan  dengan diri kita sendiri disamping itu ditambah dengan sedikit permainan yang menghilangkan kantuk dan lelah, ya, kami begitu semangat ketika mas agung menyampaikan materi dan pesan-pesannya. Setelah beberapa saat kami bergembira, suasana langsung berubah total, yang tadinya seru, sekarang menjadi sunyi,, berapa dosa yang telah kita lakukan kepada Allah, kita hanya mendekatkan diri kepadanya hanya ketika butuh, ketika kita tertimpa musibah, tertimpa kecelakaan, sering sekali kita melawan orang yang sangat menyayangi kita, yang memberikan hidup dan matinya agar kita dapat hidup didunia ini, orang yang bekerja keras agar kita dapat menikmati dunia ini. Ya.. mereka adalah orang tua kita, waktu itu juga, lampu dimatikan, semua meneteskan air mata, semua menjerit rindu akan kehadirannya disisi, bahkan ada yang pingsan. Ini adalah malam yang sangat berharga bagi kami. malam yang dimana kesadaran akan kesalahan dan kekurangan yang harus kami perbaiki.
24 juli, pada pukul 03:00, peserta yang masih tertidur pulas, tiba-tiba dibangunkan oleh sosok seram dan menakutkan, suara menakutkan juga terdengar, yang membuat bulu kudukku berdiri, namun mereka tidak lain adalah para pembina dan TNI Makassar, semua dipaksa turun ke tankdeck(lantai dasar kapal), dengan penampilan yang dan suara yang menyeramkan, mampu menakuti beberapa anak putri. Kami diperintahkan untuk berbaris, meminum air yang sangat pahit, dan kami juga dikotori dengan olesan minyak dibagia tubuh dan wajah, setelah itu, kami semua disiram. Waduch…. dingin banget oey!, disamping itu, kami diberi nasehat agar menjadi pemuda yang cinta dengan tanahairnya. Karena badan yang basah dan lengket dengan minyak, kami membersihkan diri, ada yang menggunakan sabun,sampo dan deterjen, karena memang minyak yang oleskan sangat susah untuk hilang, butuh 5 kali bilasan untuk membersihkannya. Karena waktu shubuh belum datang, kami tidur kembali, eh… bangunnya telat, wkatu itu aku bangun pukul 06:00, aku bersegera untuk sholat shubuh dikamar, teman-teman yang lain masih pada tidur. Aku merasa ngntuk sekali, akupun tidur kembali. Pagi ini, karena tidak ada kegiatan dari setelah terbangun dari tidurnya, hingga pukul 09:00, beberapa peserta mengisinya dengan berbagai kegiatan, ada yang tidur-tiduran, ada yang mandi, ngerumpi, ada juga yang negband dan nyanyi. Pada pukul 09:00 semua peserta LNRPB ,karena pagi ini ada pembekalan dari TNI AL, pada pembekalan itu, didalam nya juga ada video profil tentang TNI AL, yang membuat pembekalan pagi ini lebih menarik. Waktu terus berjalan, dan akhirnya pembekalan pun selesai, mulai dari jam 11:00 sampai sore hari, tidak ada kegiatan apapun yang diselenggarankan oleh panitia, karena pada waktu itu, panitia memberikan waktu untuk setiap kelompok supaya mempersiapkan dirinya untuk tampil pada malam nanti. Kelompokku mulai berkumpul pada pukul 14:00, namun,setengah jam lebih kami memikirkan, apa yang akan kami tampilkan nanti, apakah drama atau paduan suara. Setelah lama berdiskusi, salah satu diantara kami menemukan ide untuk menampilkan drama, yaitu drama tentang pulau kami, tanakeke. Karena waktu yang diberikan juri sangatlah singkat, yaitu 12 menit, kami tidak mau membuat drama yang terlalu  panjang. Setelah berlatih selama kurang lebih  2 jam, kami pun beristirahat untuk mandi dan segala macem. Matahari mulai memunculkan sinar merahnya, hari mulai gelap, waktu magribpun datang. Namun tidak semua peserta LNRPB melakukan sholat berjama’h di helydeck, ada yang makan malem terlebih dahulu, ya… itulah anak muda, yang susah di atur. Pada pukul 19:30, semua peserta berkumpul di helydeck karena acara LNRPB mencari bakat akan dimulai, 14 kelompok siap unjuk gigi, ada yang menampilkan drama ada yang menampilkan vocal group, macem-macem pokoknya. Anak muda memang kreatif. Karena banyaknya peserta yang ikut, acara belum juga berakhir pada pukul 22:00, setelah semua peserta tampil, para dewan juri mengumumkan, siapa yang berhak masuk ke 8 besar. Alhamdulillah, kelompokku tanakeke masuk ke semifinal. Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 00:05, namun aku tidak langsung tidur, makan mie dulu di kantin, coz belum makan malam ney. Aku pun tidur pada pukul 00:35…
25 Juli , kuterbangun dari tidur, udara masih terasa sangat dingin sekali. Kulihat jam tangan, haa… sudah jam 06:15??!!, waduch, belum sholat lagi, mungkin gara-gara telat tidur tadi malem, huft…. aku langsung, bergerak, untuk mengejar kewajibanku yang belum kulaksanakan. Pagi ini, terasa biasa saja , tidak ada yang istimewa, semua kegiatan tidak ada yang berubah. Sarapan sudah siap dikantin, makan dulu ah,,, aku ga’ mau ketinggalan makan lagi kayak tadi malem, nyiksa banget lapernya. Tapi, ini semua semata-mata untuk melatih kedisipilan kami sebagai pemuda, jika terlambat makan, maka tidak ada babak kedua, waw… pemuda memang harus seperti itu. Kegiatan pagi ini belum dimulai, untuk mengisi kegiatan, biasa…. aku naik ke helydeck main drum. Pada pukul 08:30, seluruh peserta LNRPB berkumpul di tankdeck, kali ini ada pmbekalan dari siapa ya?… . kali ini, pak kolonel Adi Suyoso, memberikan nasehat agar kami semua bersaudara, namun persaudaraan kami tidak boleh hanya di LNRPB, namun kedepan harus berlanjut sampai seterusnya, karena dengan adanya persaudaraan diantara para pemuda, mampu mewujudkan Indonesia yang lebih baik kedepannya. Kemudian pembekalan selanjutnya disampaikan oleh LIPI, dimana LIPI memberikan kami motivasi untuk terus berkarya dengan karya ilmiyah dan peelitian, karena LIPI mengadakan lomba yang hadiahnya tidak main-main, sampai 200 juta, siapa yang tidak mau hayo?. Setelah pembekalan dari LIPI, dilanjutkan dengan penayangan profil PENYELAM TNI AL, ditambah dengan sedikit penjelasan. Pagi yang menjelang siang ini, memang penuh dengan acara, jadi untuk hiburan, ditontonkan foto-foto kami selama di kapal ini, tapi foto2 tersebut sangat lucu, ada yang lagi tidur, menguap, ngantuk, n banyak lagi pokoknya. Acara pembekalan selesai pada pukul 11:45. Disiang harinya, semua kelompok yang lolos ke babak semifinal berlatih, dari 14 kelompok dipangkas menjadi 8 kelompok. Kami dari pulau tanakeke,berkumpul di cardeck, untuk manyusun skenario baru. Latihan selesai pada pukul 17:05, ketika itu, perut terasa lapar, tubuh tersa letih, kaki sedikit  pengorbanan dari berbagai aspek. Mataharipun mulai memancarkan sinar merahnya, dan haripun mulai gelap, sholat berjama’ah takkan terlupakan. Pada pukul 19:30, semua peserta LNRPB berkumpul dihelydeck, untuk menyaksikan babak semifinal yang menyisakan 8 kelompok ini. Tentunya, kelompok-kelompok yang masuk semifinal, memiliki penampilan yang lebih bagus, ini karena komentar dari para dewan juri yang menjadi cambuk untuk mereka supaya lebih meningkatkan kemampuannya. Singkat cerita, Tanakek yang terkenal dengan humor yang seru abis, tidak mampu untuk melanjutkan perjalannya kefinal, difinal ada 5 kelompok yang tersisa, kali ini pukul 23:25, acara sudah selesai.
26 juli,  pagi ini sangat meyedihkan, karena kapal semakin dari jakarta, kami pun semakin cepat untuk berpisah, persahabatan yang telah kami bina di kapal perang ini, takkan hilang, meski kami berasal dari provinsi yang berbeda, hati kamilah yang akan menyatukan kami, yaitu menuju satu tujuan bangsa, yaitu persatuan. Perjalan dari bau-bau ke jakarta, kegiatan sedikita berubah,di pagi hari ada pembekalan, dan siang sampain sore adalah kegiatan perkelompok untuk mempersiapkan diri di acara LNRPB mencari bakat. Pagi ini, ada pembekalan sekaligus pengenalan alat-alat Komando Pasukan Katak, yang disingkat KOPASKA, para TNI AL KOPASKA memperlihatkan profil dari KOPASKA itu sendiri. Banyak alat-alat yang diperkenalkan juga, dintaranya adalah senapan, pistol, parasut, granat dan yang paling keren adalah KTBA yang diciptakan untuk pertempuran bawah laut, KTBA tersebut dibuatan sendiri oleh KOPASKA. Setelah pembekalan dari KOPASKA selesai, kami diberikan kesempatan untuk berfoto-foto dengan alat-alat tadi, kami memang sangat beruntung, karena tidak semua pemuda mempunyai kesempatan seperti ini. Tidak lama kemudian, pada pukul 11:50, semua mentor, panitia dan bapak satgas turun ke tankdeck tempat kami berkumpul dan dan berfoto-foto, karena, ketika kami diberi pembekalan beliau-beliau itu sedang mengadakan rapat. Kali ini, semua peserta pelayaran berkumpul, dan bapak kolonel laut pelaut Heri Rusli, menyampaikan sepatah dua patah kata, beliau mengajak kami untuk tetap bersaudara, dilaut maupun didarat, beliau juga meminta , maaf jika ada yang kurang dalam pelaksanaan ini, tapi kami yakin, para panitia telah memberikan yang terbaik untuk kami. Tidak kenal maka tak sayang, tidak sayang maka tak cinta, tidak cinta maka tak rindu,,, untuk sekian kalinya, para panitia, mentor dan pendamping diperkenalkan oleh bapak Satgas, karena memang ada beberapa panitia yang tugasnya dibelakang layar, maksudnya tidak pernah memperlihatkan dirinya, seperti yang bertugas di bagian informasi media. Selain dari pak satgas, mayor harun juga memberikan arahan kepda kami, bahwa besok pagi, kami sudah turun dari kapal. Disiang harinya, kami dianjurkan untuk berisirahat, kerena malam penutupan pada malam nanti akan berlangsung lama, disamping itu, kelompok-kelompok yang masuk final sibuk latihan untuk mempersiapkan panampilan mereka nanti. Pada pukul 14:00, kapal KRI makassar sudah sampai di tanjung periuk, namun kapal akan menepi besok pagi, karena pada malam hari, diadakan malam puncak LNRPB mencari bakat. Seperti biasa, pada sore hari tidak ada kegiatan, para peserta kebanyakan mencari sinyal dicardeck, biasa…untuk menelpon pacar, teman, dan orang tua. Malampun tiba, saatnya puncak LNRPB mencari bakat dimulai, ternyata bapak komandan KRI makassar Letkol Fadelan telah mempersiapkan band dari kota jakarta. Personil band tersebut kebanyakan membawakan lagu dangdut yang membuat kami bergoyang ria,  acara intipun dimulai, dengan sedikit sambutan dari pak satgas dan pak komandan. Sekarang waktunya, 5 peserta menampilkan kreasi mereka, ditengah-tengah penampilan mereka, kami dihibur oleh para perwira KRI makassar 590, ternyata disamping tegas dan seram, mereka lucu juga lho. Setelah semua peserta menampilkan kreasi mereka, dewan juripun mengumumkan pemenangnya, dan juga mengumumkan semua pemenang, mulai dari pemenang kamar terbersih, peserta terdisiplin, peserta teraktif, dan peserta yang dinobatkan sebagai raja dan ratu LNRPB. Kembali lagi kami dihibur oleh band dari ibu kota, ya… semua peserta bergoyang, ditengah-tengah itu, Kolonel Adi, pak Laksa dan komandan KRI, ditantang untuk bernyanyi. Acara berlangsung hingga larut malam, karen mengantuk, aku mengalah dan tidur terlebih dahulu pada pukul 23:55.
Keesokan harinya, 27 Juli 2011 kapal pun bersandar ke pelabuhan sekitar jam 8 pagi. Acara penutupan pun digelar dan sertifikat peserta diserahkan kepada seluruh peserta. Setelah semua rangkaian acara selesai dan salam perpisahan dengan seluruh keluarga besar LNRPB, mobil BKKBN pun tiba dan kami dijemput untuk kembali ke Kantor BKKBN. Semoga dari kegiatan ini kami bisa menjadi pemuda yang lebih baik, mapan dan telah siap menjadi model, contoh, idola dan sumber informasi bagi seluruh remaja di Indonesia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s