Limbah Padat

LIMBAH PADAT

Limbah padat adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak terpakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang, yang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (American Public Health Ass). Jenis limbah padat terdiri atas menurut dapat tidaknya dibakar  sampah yang mudah dibakar seperti kertas, sampah yang tidak dapat dibakar seperti kaleng. Berdasarkan asalnya/kandungan kimia, Organik. misalnya sampah dari dapur, sisa-sisa makanan, sayuran dan buahan, kertas, dan daun-daunan , anorganik, Sampah jenis ini, misalnya plastik, logam-logam, pecahan gelas, limbah radioaktif, bongkaran bangunan dan lumpur. Sumber sampah berasal dari daerah Pemukiman (domestik wastes),  pertanian dan perkebunan (agricultural wastes), sisa bangunan dan konstruksi gedung, perdagangan dan perkantoran, industri, daerah Pertambangan, daerah Peternakan dan Perikanan, tempat-tempat umum. Faktor yang mempengaruhi sampah (limbah padat) terdiri dari sumber sampah, jumlah dan aktivitas penduduk, geografis, sosial ekonomi, musim/iklim, teknologi.

Pengaruh sampah terhadap kesehatan dan lingkungan.  Aspek kesehatan dapat menyebabkan Penyakit kulit misalnya kudis dan kurap, penyakit diare. Pada lingkungan dapat menyebabkan kerusakan permukaan tanah, dapat menimbulkan penurunan kualitas udara, dalam sampah yang ditumpuk, akan terjadi reaksi kimia seperti gas H2S, NH3, penurunan kualitas air, timbulnya gas beracun, seperti asam sulfida (H2S), amoniak (NH3), methan (CH4), C02 dan sebagainya. Pengolahan limbah padat dapat dimulai dengan pemisahan limbah sesuai dengan karakteristiknya, yaitu limbah yang dapat terurai dan yang tidak dapat terurai. Sampah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme adalah sampah organik, sedangkan sampah yang tidak dapat diuraikan oleh makhluk hidup adalah limbah padat yang mengandung bahan anorganik. Jika ada yang dapat didaur ulang, sebaiknya dilakukan daur ulang atau dimanfaatkan kembali, tetapi jika tidak memungkinkan, bakarlah sampah anorganik tersebut untuk memperkecil volumenya.

Limbah padat anorganik yang beracun dan berbahaya harus dikelola secara khusus, misalnya, dengan menggunakan incinerator dengan beberapa komponen penyusunnya, seperti tungku pembakar, ruang purna bakar, unit pembersih gas buang, dan cerobong asap. Limbah padat organik yang tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun dapat diproses secara biologi agar dapat diubah menjadi produk yang berguna, contohnya, biogas atau kompos, seperti pada pengolahan air limbah. Limbah padat secara biologi dapat dilakukan dengan proses aerobik (pembuatan kompos) dan anaerobik (pembuatan biogas).Atau menggunakan metode Reduce (pengurangan volume sampah), Reuse (Pemanfaatan kembali), replace (Mengganti bahan & material yang menjadi sampah dengan bahan lain), Recycling (Usaha Daur ulang sampah). Dalam memproses pengolahan limbah padat terdapat empat proses yaitu pemisahan, penyusunan ukuran, pengomposan, dan pembuangan limbah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s